simpo-ws-hut-idi-64

Strategi Dokter dalam Menghadapi Era JKN dan MEA 2015

Status kesehatan masyarakat ditentukan oleh empat faktor, yaitu faktor yang ditentukan sejak lahir yang berkaitan dengan genetika, faktor lingkungan, faktor perilaku masyarakat, dan faktor pelayanan kesehatan. Profesi dokter merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di lapangan. Profesi ini pula yang bertanggung jawab terhadap mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dalam perkembangannya, banyak faktor yang mempengaruhi pelayanan kesehatan yang dilaksanakan oleh para dokter. Adanya ancaman malapraktik dan sengketa medis menuntut dokter agar senantiasa menjaga profesionalismenya sehingga pada akhirnya mutu pelayanan kesehatan tetap terjamin.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai organisasi profesi dan satu-satunya wadah yang mempersatukan profesi dokter secara keprofesian, hendaknya dapat menjawab tantangan tersebut. Permasalahan mutu pelayanan kesehatan yang dipicu oleh melunturnya profesionalisme diharapkan dapat ditingkatkan melalui upaya-upaya yang lebih interaktif dan informatif. Demikian halnya dengan tudingan rendahnya pengabdian kepada masyarakat serta melunturnya nilai-nilai kesejawatan, dapat direduksi oleh IDI melalui kegiatan-kegiatan yang terkoordinasi dengan lebih maksimal. Dalam ulang tahun IDI yang ke-64 tahun ini, IDI menyelenggarakan beberapa kegiatan yang dapat mendukung tujuan tersebut. Di wilayah Bali, tema ulang tahun yang diambil adalah “Dokter, Altruisme, dan Profesionalisme”, dengan kegiatan diselenggarakan oleh IDI Cabang Denpasar, melalui rangkaian kegiatan berupa Diskusi Ilmiah, Pengabdian Masyarakat, Seminar dan Workshop Profesi, Lomba Esai, Lomba Foto, Kompetisi Olah Raga, Pemberian Award kepada para dokter yang menginspirasi, Peluncuran Website dan Koperasi Profesi, dan Acara Kekeluargaan.

Salah satu yang kemudian ditujukan untuk meningkatkan sisi profesionalisme dokter adalah kegiatan simposium profesi serta workshop yang akan menjelaskan tentang bagaimana seharusnya mendirikan klinik dan memberikan pelayanan yang lebih baik, yang mengambil topik menarik “Strategi Dokter dalam Menghadapi Era JKN dan MEA 2015” yang ditujukan untuk kalangan dokter, pemerhati kesehatan dan pengelola pelayanan kesehatan atau klinik. Sebagai hal yang perlu diperhatikan ketika memasuki tahun 2015 adalah akan disongsongnya era keterbukaan dalam bidang ekonomi khususnya di area Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). MEA tahun 2015 sebagai pintu gerbang pertama dari pasar bebas global yang akan mempengaruhi banyak individu di semua sektor kehidupan terutama dunia kerja dengan keahlian khusus, misalnya profesi dokter.

Banyak tenaga kerja di bidang kesehatan,seperti dokter-dokter asing yang berpeluang untuk bebas bekerja di Indonesia. Kondisi tersebut akan menciptakan persaingan yang menuntut peningkatan profesionalisme dokter-dokter Indonesia untuk mampu bersaing secara sehat. Sehingga kemampuan berbahasa asing, keterampilan medis, dan penguasaan wawasan lainnya diperlukan untuk menghadapi tantangan MEA tahun 2015. Sisi lainnya di bidang kesehatan Indonesia sedang memulai satu langkah baru dalam pengelolaan layanan kesehatan nasional melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mulai diselenggarakan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 2014. JKN adalah wujud dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dengan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang layak dan melindungi seluruh warga negara Indonesia.

Dalam pelaksanaan JKN membutuhkan sosialisasi informasi yang luas kepada seluruh pihak yang menjalankan JKN dan masyarakat pada umumnya. Dokter sebagai lini utama dalam tentu memerlukan pemahaman yang cukup terkait prosedur layanannya, bioetika maupun legalitas medikolegal dalam menjalankan program JKN.

Menyikapi hadirnya kedua tantangan di atas, maka diperlukan upaya untuk meningkatkan kesiapandan kesepahaman dalam menghadapi era JKN dan MEA tahun 2015. Serangkaian dengan acara menyambut hari ulang tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ke-64, maka IDI cabang Denpasar menyelenggarakan simposium dan workshop yang membahas strategi dokter dalam menghadapi era JKN dan MEA tahun 2015, yang diselenggarakan pada tanggal 29-30 Nopember 2014, di Gedung Widya Sabha Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Dengan dibuka oleh keynote speaker, “Strategi Dokter Menghadapi Era JKN dan MEA 2015” oleh Ketua PB IDI Pusat, dr. Zainal Abidin,MH, lalu juga pembicara dari Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali tentang kesiapan Bali menghadapi MEA 2015, selanjutnya berturut-turut materi dari Kepala BPJS Regional IX Bali Nusra, Kepala Dinas Kesehatan Cabang Denpasar, Kepala Dinas Perijinan Kota Denpasar, Tim Pakar Hukum Kesehatan dari FH UNUD, Tim Pakar Kedokteran Forensik, dan MKEK IDI Wilayah Bali yaitu Prof. dr. Made Kornia Karkata, Sp.OG(K). Pemateri workshop berikutnya adalah dr.I G.A. Sri Yuniari, M.Kes, dr. Dewa Made Januardana, MM, dr. A.A.G. Yudi Yunardhana, Nyoman PutraSastra, ST, MT, dan dr. I B. Semadi Putra, Sp.OG yang memberikan penguatan dalam pendirian dan pengelolaan klinik yang profesional. Simposium diikuti lebih dari 170 peserta dan workshop diikuti lebih dari 100 peserta.

*) Materi simposium dan workshop di atas dapat diunduh gratis di Download > Materi Simpo & Workshop

 

Leave a Comment