Pengertian Pariwisata Menurut Para Ahli

Pariwisata Menurut Para Ahli – Pariwisata, sebagai fenomena yang melibatkan pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain untuk tujuan rekreasi, bisnis, atau edukasi, telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern. Namun, untuk memahami esensi dari pariwisata, kita perlu melihat definisinya melalui kacamata berbagai ahli yang telah mempelajari dan mengamati fenomena ini dari berbagai sudut pandang. Artikel ini akan membahas pengertian pariwisata menurut para ahli, memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep ini.

Pariwisata Menurut Para Ahli

Pengertian Pariwisata dari Beberapa Ahli

John Urry

John Urry (1946–2016) adalah seorang sosiolog asal Inggris yang dikenal karena kontribusinya dalam studi pergerakan sosial dan mobilitas manusia. Urry lahir di St Albans, Hertfordshire, dan mendapatkan gelar sarjana di Universitas Oxford sebelum melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Birmingham.

Menurut John Urry, seorang sosiolog terkenal, pariwisata bukan hanya tentang perjalanan fisik semata, tetapi juga melibatkan perubahan dalam persepsi dan pengalaman. Urry menekankan bahwa pariwisata menciptakan pergeseran dalam rutinitas sehari-hari seseorang, menciptakan momen-momen khusus yang dapat meningkatkan kualitas hidup.

Karya-karya Urry, termasuk bukunya yang terkenal berjudul “The Tourist Gaze” (1990), memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang bagaimana pariwisata berinteraksi dengan dinamika sosial dan bagaimana perjalanan membentuk identitas individu. Meskipun John Urry meninggal pada tahun 2016, warisannya dalam studi mobilitas sosial, termasuk pariwisata, terus memengaruhi pemikiran dalam bidang sosiologi dan ilmu sosial.

Mathieson dan Wall

Mathieson dan Wall

Mathieson dan Wall memberikan pengertian pariwisata dari perspektif ekonomi. Menurut mereka, pariwisata adalah suatu industri yang mencakup perjalanan dan tinggal sementara orang-orang yang bepergian di luar lingkungan mereka sendiri untuk tujuan apapun, termasuk bisnis, liburan, atau kegiatan rekreasi.

Mathieson dan Wall adalah dua peneliti yang telah memberikan kontribusi penting dalam pemahaman konsep pariwisata. Mereka bersama-sama merumuskan definisi pariwisata dan memberikan perspektif ekonomi terhadap industri pariwisata.

Meskipun kerja sama langsung mereka mungkin tidak seterkenal seperti beberapa ahli lain dalam studi pariwisata, kontribusi Mathieson dan Wall telah membantu membentuk pemahaman kita tentang peran ekonomi dalam dinamika pariwisata. Definisi mereka dan analisis dampak tetap menjadi landasan dalam penelitian dan perencanaan pariwisata.

Leiper’s Tourism System Model

Pada pandangan Leiper, pariwisata dijelaskan sebagai suatu sistem yang melibatkan tiga elemen utama: wisatawan, tuan rumah, dan destinasi. Menurut model ini, interaksi kompleks antara ketiga elemen tersebut membentuk fenomena pariwisata.

Leiper’s Tourism System Model, dikembangkan oleh Geoffrey Leiper, adalah suatu kerangka kerja yang membantu dalam memahami dan menjelaskan kompleksitas sistem pariwisata. Model ini diperkenalkan dalam bukunya yang berjudul “Tourism Management” pada tahun 1979 dan telah menjadi salah satu konsep kunci dalam studi pariwisata.

Leiper’s Tourism System Model membantu akademisi, praktisi, dan pengambil keputusan dalam memahami dan merencanakan perkembangan pariwisata dengan mempertimbangkan interaksi yang terjadi dalam sistem ini.

WTO (World Tourism Organization)

WTO (World Tourism Organization)

Menurut World Tourism Organization (WTO), atau Organisasi Pariwisata Dunia dalam Bahasa Indonesia, pengertian pariwisata dirumuskan sebagai berikut: “Pariwisata adalah kegiatan orang yang bepergian dan tinggal di luar lingkungan mereka sendiri untuk periode tidak lebih dari satu tahun untuk kegiatan yang tidak terkait dengan penghasilan dari tempat yang dikunjungi.”

Definisi ini memberikan pandangan umum tentang aktivitas pariwisata dan digunakan sebagai acuan global untuk pemahaman konsep pariwisata. Dengan batasan waktu satu tahun, aktivitas yang melibatkan pergerakan dan tinggal lebih lama dari itu tidak dianggap sebagai pariwisata dalam konteks definisi WTO. Definisi ini memberikan kerangka kerja yang bermanfaat bagi negara-negara dan pihak terkait dalam mengelola dan mengembangkan sektor pariwisata.

Crompton

Menurut Crompton, pariwisata dapat didefinisikan sebagai keinginan seseorang untuk berlibur dan mencari pengalaman baru. Definisi ini menekankan motivasi individu sebagai unsur utama yang mendorong seseorang untuk melakukan perjalanan pariwisata. Crompton berfokus pada pemahaman mengapa orang memilih untuk berlibur dan bagaimana motivasi tersebut memengaruhi pilihan destinasi dan aktivitas mereka selama perjalanan.

Pendekatan Crompton melibatkan pemahaman faktor-faktor psikologis, sosial, dan pribadi yang memainkan peran penting dalam keputusan seseorang untuk terlibat dalam kegiatan pariwisata. Dalam karyanya, ia mengidentifikasi berbagai motif atau motivasi yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan perjalanan, seperti keinginan untuk bersantai, eksplorasi budaya, atau mencari petualangan.

Crompton juga mengakui bahwa motivasi individu untuk pariwisata dapat bervariasi, dan orang dapat memiliki kombinasi motif yang berbeda. Oleh karena itu, pemahaman motivasi menjadi kunci untuk merancang pengalaman pariwisata yang memuaskan bagi wisatawan.

Dengan memahami pengertian pariwisata dari berbagai ahli ini, kita dapat melihat bahwa konsep ini tidak hanya terbatas pada aspek fisik perjalanan. Pariwisata melibatkan perubahan dalam persepsi, pengalaman, dan interaksi antara wisatawan, tuan rumah, dan destinasi. Dengan demikian, pengertian pariwisata menjadi lebih kaya dan kompleks, mencerminkan berbagai dimensi yang melibatkan manusia dalam upaya untuk mengeksplorasi dunia di sekitar mereka.

Related Posts
Pengertian Musik Tradisional Beserta Alat Musiknya
Musik Tradisional

Musik tradisional menggambarkan warisan kaya akan budaya suatu bangsa. Ini bukan sekadar serangkaian nada-nada, melainkan jalinan makna yang terkait erat Read more

Mengenal 6 Macam Agama di Indonesia
Macam Agama di Indonesia

Macam Agama di Indonesia - Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman budaya serta agama, menawarkan panorama keagamaan yang kaya Read more